Player And My Hope

Player And My Hope

Rabu, 10 November 2010

Sebelum Aku Pergi....

Tersirat jelas pada lembaran masa dan waktu di benakku.
Hari yang dulu biru,
Kelabu hingga memutih di atas jingga kala luasnya nuansa.


Ada senyum tipis pd wajah yg sedari datar mengingat semua waktu itu.
Di luar hujan telah mewakilkan sebuah perasaan yg teramat dalam.


Roma sedih tak menjadikan aura sendu itu melapisi dinding kemuning yg bisu.
Semua masih segar seperti sedia kala.
atau bahkan bernada lebih dari satu tentang asa yg bahagia.


Tempat utk bersandarnya waktu dan keadaan hati yg kadang tak menentu.
Semua terkemas apik, meskipun sederhana dlm kenangnya.
Tapi, mungkin tdk dlm menemani dan mengisi keksosongan hari dan hampanya.


Ijinkan ku titipkan pada-Mu...
Bahwasannya smua ini begitu berarti.


Ijinkanlah aq perjelas garis" ketulusanku untuknya.
Ijinkanlah semua merasa damai karena nadir memaksimalkan segala upaya.


Ku mohon pada-Mu....
Jgn jadikan cacat dlm paras pada ruas kanvas yg terukir jelas pada kemas utuhnya hati.
untuk dia dan mereka....


Tempatkanlah kenang indah pada hati yg selalu berbunga.
Atau bahkan arang ketika ia bermuram.




Utk dia dan mereka yg menjadi sebuah kenangan dan realita.

Siang ini hujan begitu lebat, mengiris kalbu akan hati yg mungkin akan selalu rindu pada utuhnya waktu di masa sekarang.

Banyak untaian tawa dan air mata tertumpah di sini, begitu luas alur gerak dan gerik cinta tertanam dan pupus di sini juga. Melihat canda dan binar mata yg terkadang menghapuskan jejak pilu kala luka itu begitu terasa ngilu di ulu hatiku.

Waktu mengemas sebuah kenangan menjadi hadiah yg terbaik dan terindah dlm bagian kehidupan qt. Entah dlm getir syair lagunya, atau bahkan terdengar riang merdu dlm heningnya. Laksana serpihan mutiara yang bercecer dlm hamparan hitam, dan begitulah semua perjalanan, dpt terambil hikmah dari wacana dan peristiwa yang ada di mana qt berada di dlmnya.




Untukmu yang ku sayangi karena kasih-Nya kepadaku agar membagikannya untukmu.


Ada banyak hal yg mungkin tak kau tahu dariku.
Betapa banyak tersimpan segala kurangku atau bahkan lebihnya kasihku yg ku kemas dlm hati yg bahkan tertuai untukmu. Namun, kau tak merasakan hal itu.
Dan aq masih setia utk satu jujurku yg masih tersimpan baik,
bahwa itu demi Ridho-Nya.
Jejak – jejak langkahku kan terukir pasti bersama waktu yg ada padamu, pada KITA.




Untukmu Hati yang sempat terluka olehku,


Mungkin tak pernah kau dengarkan betapa kecewanya aq membuatmu bersedih.
Karena ketidak sanggupanku utk memenuhi permintaan dan keinginanmu.
Maafkanlah...
Percayalah bahwa doaku inginkan kau dpt yg lebih baik.
Dari saat ini yg kau harapkan setelah berkas sinar itu kau tinggalkan atau meninggalkanmu.



Untukmu yang terukir jelas atas luka dan pedihku.


Telah banyak garis hitam yg tertoreh pada putihku.
Begitu acuhnya kau dgn diam dan berpura tak peduli dgn perasaanku.
Ketahuilah wahai lukaku,
Dlm lirihku bernyanyi untukmu.
Mengalunkan nada penuh kegetiran karena ulahmu.
Namun, walaupun begitu,
Percayalah, bahwa nurani itu tak dpt membalas segala dusta dan nestapa yg kau beri untukku.
Dan semoga kan lekas sinar dan cahya itu datang menejmputmu, hingga kau abadi dalam jalan yang Dia Ridhoi.
Hingga dengan itu, Tuhan lebih me-mekakan rasa dan hatimu pada smua orang terdekatmu.




Untukmu yang ku cintai,


Tak akan terlepas bayangmu dlm harapku ingin bertemu.
Semua pena dan tinta hitam menari dan menyuarakan hati. Seorang kekasih, yakni adalah tentangmu.
Sekalipun sempat utuhku terbelah dan terpecahkan oleh sianya percaya yang ku titipkan.
Dengarlah dan rasakanlah.
Bahwa satu hati yg dulu itu,
Masih mengenggam pada eratnya nurani.
Masih jujur dgn hati yg terjaga dlm doa – doa.
Dalam sujud dan rukuk penuh harap dan pinta mulia untukmu, untukku dan KITA.
Maka biarlah pena dan tinta terus bercerita.
Sampai ia lelah dan bahkan tak mampu lagi utk menguraikan asanya.


Sebelum aku pergi,


Dlm waktu yg sangat singkat ini, mungkin jarang lagi ku kan menemani hari – harimu, meski sekedar utk bertanya dan mempedulikan suara – suara hatimu yg tengah berkemelut dgn pengertian itu.

Maafkan aku,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar